Cari Blog Ini

Selasa, 18 Oktober 2011

Kode Babi Pada Makanan Kemasan (termasuk dalam ICE CREAM MAGNUM)


Mungkin sudah banyak yg tahu, tapi mungkin banyak juga yang belum tahu atau lupa. Kejadiannya berawal waktu anak2 minta dibelikan es krim MAGNUM, sampe di rumah saya baca dan amati komposisinya. Ternyata ada kode E472 yang artinya mengandung LEMAK BABI..., tapi ANEHnya bisa dapat LOGO HALAL MUI!!! so, berhati-hatilah temans dan saudara2 dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Biasakan BACA dan TANYA jika kita ingin makan sesuatu, terutama HALAL HARAMnya.... Kode Babi Pada Makanan Kemasan (Oleh Dr.M.Anjad Khan) Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan.Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi : E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430,E431, E432, E433,E434, E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474, E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493,E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.




sumber

Susah Tidur Obatnya Apa?


Sewaktu kecil, ibu Anda sering memberi segelas susu hangat sebelum tidur malam, ia memang mengerti apa yang Anda butuhkan . Susu merupakan minuman yang kaya nutrisi dan akan membuat Anda tidur lebih nyenyak dan tenang.

Nah, menurut spesialis kesehatan umum dari Mayo Clinic Kenneth Berge, M.D, susu dan produk turunannya memang bisa dijadikan solusi dalam membantu Anda tidur nyenyak. Susu adalah salah satu sumber terbaik tryptophan, sejenis asam amino yang akan diubah tubuh menjadi dua jenis hormon yang membantu tidur yakni melatonin dan serotonin. Jenis makanan lain yang mengandung tryptophan adalah oat, pisang, daging unggas dan kacang.
Untuk membantu serta memperbesar peluang tidur nyenyak, Kenneth Berge juga menyarankan untuk mengonsumsi cemilan ringan dan sehat dengan komposisi terbesar karbohidrat dan sedikit protein. Kombinasi karbohidrat tinggi dan sedikit protei ini diyakini akan meningkatkan kemampuan tryptophan pada otak Anda, yang tentu membantu menghasilkan lebih banyak melatonin dan serotonin.
Berikut adalah contoh cemilan sehat yang membantu tidur :
* Semangkuk kecil oatmeal atau sereal dengan susu rendah lemak
* Yogurt dengan granola sprinkled
* Setengah porsi bagel atau crackers dengan selai kacang , 1 ounce (sekitar 25 gr) keju atau selembar deli turkey
* Irisan apel dengan 1 ounce (sekitar 25 gr) keju
Hindarilah terlalu banyak memakan protesin sebelum waktu tidur. Makanan yang kaya protein juga mengandung tyrosine, asal amino yang merangsang aktivtas otak.
Makanan yang harus dihindari jelang tidur :
* Makanan berat dan gurih, terutama jika Anda rentan terhadap heatburn atau nyeri ulu hati dan kepanasan seperti ditusuk-tusuk. Makan terlalu banyak juga bisa membuat Anda tidak nyaman secara fisik ketika tidur.
* Jangan banyak minum. Memasukkan banyak cairan ke dalam tubuh sebelum tidur akan membuat Anda bangun dan terjaga berulang kali karena harus ke kamar kecil .
* Alkohol. Meskipun awalnya akan membuat Anda ngantuk , alkohol dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan membuat Anda terjaga.
* Kafein. Layaknya stimulan, kafein meningkatkan aktivitas sistem syaraf Anda yang menyebabkan Anda justru sulit tidur.

 Sumber

Senin, 17 Oktober 2011

Memilih Produk Herbal di Pasaran


Banyaknya produk herbal di pasaran membuat masyarakat perlu selektif dalam memilih obat herbal mana yang sesuai untuk dikonsumsi. Terutama dengan banyaknya beredar produk-produk obat herbal dari Negeri Tirai Bambu – Cina yang sering dikenal dengan TCM (Traditional Chinese Medicine). Lalu bagaimana cara memilih produk herbal yang baik dan berkualitas? Berikut sedikit tips yang dapat diikuti :
1. Perhatikan label pada kemasan obat herbal tersebut
Beberapa hal yang harus tercantum pada label kemasan antara lain nama obat herbal, komposisi, dosis, cara pemakaian, efek samping (jika ada), nama produsen, kode produksi dan tanggal kadaluarsa.

2. Hindari obat herbal yang menggunakan bahasa yang vulgar

Pilihlah produk herbal yang tidak menggunakan kata-kata yang memberikan janji atau jaminan seperti ampuh, tokcer, segera sembuh, dan lain-lain. Obat herbal tidak ada yang bisa memberikan efek cepat sehingga perlu digunakan dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal yang menggunakan kata-kata tersebut dikhawatirkan menggunakan BKO (Bahan Kimia Obat) untuk menambah khasiatnya. Pada umumnya bahasa yang digunakan menggunakan kata membantu mengobati, secara tradisional, dan lain-lain.
3. Perhatikan komposisinya
Dianjurkan menggunakan obat-obat herbal yang komposisinya tidak terlalu banyak karena herbal pun dapat memiliki interaksi yang tidak diinginkan sehingga memicu terjadinya efek samping (walaupun kecil kemungkinannya). Saat ini di pasaran, telah banyak beredar obat herbal yang terdiri hanya dari 1 jenis herbal. Masyarakat dapat memilihnya sesuai dengan gangguan kesehatan yang dideritanya.
4. Pergunakan layanan konsumen
Beberapa produsen obat (biasanya yang sudah cukup besar) mempunyai fasilitas layanan konsumen bebas pulsa dan website sendiri. Pergunakan fasilitas layanan konsumen tersebut untuk menanyakan hal-hal berkaitan dengan produk herbal tersebut dan kunjungi websitenya untuk melihap profil perusahaannya.
5. Cintailah produk Indonesia
Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita diharapkan memilih produk herbal dari Indonesia karena Indonesia kaya akan kekayaan herbalnya dan produknya tidak kalah dari produk-produk impor. Banyak produk herbal Indonesia yang telah diekspor ke mancanegara.


sumber

Nikmatnya Kuda Tunggangan Umar…


Ada pelajaran dari Umar bin Khattab yang indah untuk diterapkan dalam mengelola emosi dan cara kita mensikapi segala sesuatu yang kita hadapi. Pelajaran tentang syukur dan syabar ini dituangkan dengan analogi yang mudah sekali dicerna melalui kalimat Umar : Jika sabar dan syukur itu adalah dua kuda tungganganmaka aku tidak peduli aku harus mengendarai yang mana”. Sikap yang selalu positif semacam ini-pun amat sangat berguna ketika kita mulai terjun di dunia usaha atau investasi dalam bentuk apapun.
 
Dalam mengamankan aset kita ke Dinar atau emas misalnya, pasti perasaan kita ikut bergejolak ketika harga emas berayun dari angka tertinggi ke angka terendah dan sebaliknya. Bagi yang orientasinya jangka pendek, bisa kecewa ketika harga turun drastis seperti hari-hari ini.

Namun bagi yang memahami trend jangka panjang, maka bisa jadi harga-harga rendah sekarang menjadi peluang tersendiri untuk lebih banyak mengamankan asetnya ke Dinar atau Emas mumpung daya beli Rupiah dan Dollar lagi perkasa.

Dalam investasi atau usaha sektor riil-pun demikian, tidak selamanya mulus. Guncangan-guncangan akan terjadi terutama justru di awal usaha ketika kita belum terlalu siap, oleh karenanya bagi pemula yang tidak tahan banting mayoritasnya akan berakhir di death valley.

Tetapi bagi para calon pengusaha sejati, justru death valley inilah kawah condro dimuko-nya. Bila dia berhasil melalui-nya sementara mayoritas orang tidak sabar untuk menempuhnya, maka hanya akan menyisakan sedikit saja pemain yang sungguh-sungguh mumpuni dibidang yang dipilihnya.

Saya ambil contoh nyata usaha sektor riil saya yang paling dalam dan lama death valley-nya yaitu peternakan kambing. Nampaknya sederhana hanya beternak kambing, orang-orang desapun mampu melakukannya dengan baik. Di atas kertas hitungannya juga begitu menarik, lantas apa masalahnya ?.

Ternyata ketika usaha peternakan kambing ini mau kita tingkatkan menjadi skala industry, segudang masalah itu datang silih berganti. Mulai dari masalah tenaga kerja yang kurang terampil, masalah kandang yang tidak ekonomis dan tidak tahan lama, masalah produksi susu yang tidak sesuai harapan, tingkat kematian yang tinggi, supply pakan yang tidak mencukupi dlsb-dlsb.

Mungkin karena segudang masalah ini pula sehingga industry perkambingan belum berkembang di negeri ini. Peternak yang pandai lumayan banyak, demikian pula para blantik di pasar kambing juga jago-jago, tetapi secara keseluruhan industri kambing dan produk-produk turunannya nyaris belum muncul secara berarti di negeri ini.

Disinilah kuda Umar tersebut diatas menjadi begitu penting, dalam hal beternak kambing saya lagi menunggangi kuda sabar saat ini. Ternyata tidak kalah indahnya dengan kuda syukur yang pernah saya tunggangi di sektor-sektor bisnis yang lain.

Saya bayangkan saat ini saya sedang berada di punggung kuda sabar menelusuri lembah yang namanya death valley peternakan kambing, indahnya adalah karena lagi berada di lembah kini saya melihat hanya ada satu jalan, yaitu naik !. Satu demi satu masalah kita atasi, masalah tenaga kerja solved, masalah kandang solved secara par excellence, masalah kesehatan solved, masalah pakan belum solved namun  malah berpeluang untuk menjadi industry tersendiri dengan lahirnya solusi alfalfa.

Dan justru dari berbagai kesulitan dan masalah tersebut diatas kini kami bisa memformulasikan visi usaha sektor riil yang kami tuangkan dalam kalimat singkat “From Seed To Plate...”.  Mulai dari biji-biji yang kita tanam untuk menumbuhkan alfalfa, setelah tumbuh untuk memberi makanan bergizi bagi kambing-kambing kami, sebagian diambil susunya untuk produk-produk berbasis susu, sebagian anak-anak yang jantan dan betina yang apkir untuk menu kuliner berbasis kambing, dst.

Saya hanya berharap kuda sabar yang kini sedang saya tunggangi ini cukup kuat untuk mengantarkan saya naik ke bukit, dimana dia boleh istrirahat dan saya melanjutkan perjalanan dengan kuda yang lain, yaitu kuda syukur. Alhamdulillah keduanya nikmat untuk ditunggangi sebagaimana diungkapkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam nan indah “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” HR. Imam Muslim. Alhamdulillah…


Wahai Para Istri Sejati, Berbelanja pun Harus Karena Iman


Pernahkah terlintas dalam benak anda, sosok seorang istri, alumni perguruan tinggi dan terlihat mumpuni. Namun setiap kalender menunjukkan tanggal ‘tua’ , bukan main resahnya sang istri. Lembar-lembar recehan ditangannya harus dihemat hingga awal bulan depan. Ia berpikir keras, bagaimana caranya agar dapur bisa tetap mengepul, namun detergen dan sabun mandi yang sudah habis harus terbeli. Teori ilmu gizi dan ilmu akuntansi yang ia pelajari sedari dini terpaksa disingkirkan dengan berat hati, karena toh kebutuhan tadi tak terbeli. Sungguh menyita pikiran ketika harus bertahan hidup dari hari ke hari , di sisi lain juga harus ridho dengan pemberian suami.
Tapi rasa-rasanya, tidak satu dua orang saja yang merasakan seperti itu ya. Ratusan juta istri di negeri ini pun merasakan ‘kepahitan’ yang sama. Padahal para suami sudah banting tulang tenaga dan pikirannya, kalau yang tidak tahan ‘iman’, pasti berujung kepada percekcokan tak berujung. Ujung-ujungnya, ketuk palu di pengadilan agama. Karena banyak pemicu perceraian akibat persoalan keuangan dan ekonomi.
Nah, istri sejati tentu tidak akan seperti itu kan? Allah memberikan kita potensi akal salah satunya tentu saja agar para istri sejati memiliki seribu satu cara syar’i ketika menghadapi problema seperti ini. Inilah kenapa mengemban amanah menjadi seorang istri sungguh dimuliakan dihadapan Allah, apalagi jika bukan karena baktinya kepada suami. Yang mengharuskan sang istri sejati harus menjadi manajer sekaligus bendahara rumah tangga dalam satu waktu sekaligus, disisi lain ia pun harus menjadi partner dan supporter yang handal bagi suami ,serta pengasuh dan pendidik terbaik bagi anak-anaknya.
Berikut ini beberapa cara untuk menjadikan istri bijak dalam keuangan rumah tangga:
1). Lakukan pola hidup hemat di segala lini.
Menghemat air, listrik, gas, dan pulsa dengan menggunakannya seperlunya dan untuk yang penting-penting saja. Diantaranya matikan lemari es jika isinya tidak mencapai 50%. Pemanas nasi (magic com) tidak harus di colokkan 24 jam bukan? Segera cabut charger handphone atau laptop jika baterai sudah penuh. Menyalakan dispenser ketika hendak memerlukan air panas atau air dingin saja.Gunakan tadahan air hujan untuk keperluan yang bukan primer seperti untuk mencuci motor dan menyiram bunga tanpa harus menggunakan air PAM.
2). Buat catatan perkiraan rincian pengeluaran keluarga selama satu bulan lamanya.
Dalam hal ini, sang istri sejati tidak perlu harus pintar hitung-hitungan akuntansi. Yang penting jeli, disiplin dalam pengeluaran di sana-sini. Yang pertama-tama harus dilakukan adalah, sisihkan gaji suami terlebih dahulu untuk menabung dan infaq. Kenapa dua hal ini harus didahulukan? Karena menabung dapat digunakan sebagai dana penyimpanan/cadangan kelak ketika keluarga butuh pengeluaran urgen tak terduga, seperti biaya pengobatan anak yang harus dirawat dirumah sakit misalnya. Persentasenya bisa menyesuaikan kebutuhan dan anggaran. Dan infaq atau sedekah bermanfaat untuk menyucikan dan membersihkan harta kita. Ingatlah bahwa Allah menitipkan hak orang lain dalam setiap harta kita. Setelah itu, Rincikan pengeluaran regular seperti tagihan listrik perbulan, biaya pendidikan anak, transoprtasi perbulan, kemudian belanja beras dan sayur/lauk pauk perhari kira-kira berapa. Jumlahkan semuanya ,sesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh. Sisihkan tiap-tiapnya dalam amplop tersendiri dan ingat, jangan di ganggu gugat untuk pengeluaran lain
3). Hilangkan belanja yang tidak penting.
Tegas kepada diri sendiri dan disiplinlah dalam berbelanja. Diantaranya menghilangkan konsumsi makanan yang tidak menunjang gizi keluarga dan hanya sebagai pelengkap. contohnya, cemilan , softdrink, junkfood, jajanan anak seperti permen ,snack, es krim , dll. Lebih baik perkuat nilai gizi makanan pokok yang biasanya dikonsumsi tiga kali sehari. Tidak harus mahal, yang penting bervariasi dan gizi terpenuhi. Termasuk dengan membuat bekal dari rumah bagi anak-anak, selain lebih terjamin gizi dan kebersihannya, juga mengurangi kebiasaan anak jajan makanan yang kurang thayyib.
4). Tundukkan selera .
Karena biasanya ‘badai’ pengeluaran membengkak ketika istri lebih mengikuti keinginan semata , mengikuti keinginan anak-anak untuk membeli mainan baru yang tidak berbeda dengan anak tetangganya, dan lain sebagainya. ini mungkin termasuk hal ‘berat’ bagi ibu-ibu. Pengaruh tetangga dan lingkungan memaksa kita menyesuaikan dengan selera mereka. Banyak provokasi belanja yang penuh jebakan yang dapat membengkakkan anggaran pengeluaran hingga besar pasak daripada tiang. Diskon besar-besaran yg ditawarkan supermarket tentu menggoyahkan hati. Arisan barang ini dan itu, kredit panci presto, barang elektronik, Tupperware, bahkan hingga fashion seperti kerudung, aksesoris, pakaian anak hingga kosmetik. Belajar mengalah untuk tidak terlalu memanjakan mata dengan barang-barang baru. Jika masih ada barang lama yg masih bisa digunakan kenapa harus beli yang baru? Karena istri sejati tidak akan mendasarkan pengelolaan belanjanya kepada standar masyarakat.
5). Berprinsip untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan .
Artinya sang istri mengerti bahwa barang dan jasa dibeli hanya jika dibutuhkan. Kebutuhan pun dicermati lagi, mana yang mendesak dan mana yang tak dapat ditunda.
Nah, sudah siap menjadi istri sejati yang bijak berbelanja? Sehingga gaji suami yang ‘pas-pasan’ tidak bisa dijadikan alasan untuk menampakkan ekspresi kekecewaan. Ingat, suami adalah qowwam, bukan mesin pencetak uang. Jangan sampai sang istri mendapat laknat Allah karena menjadi lebih responsif dan baru memberikan penghormatan dan pelayanan terbaik ketika suami menyetor ‘gaji’ ke istri. Karena inilah fenomena yang terjadi pada banyak rumah tangga di tanggal-tanggal muda . Terutama bagi yang baru memasuki usia awal-awal pernikahan, banyak pasangan baru yang mengalami ketidakstabilan finansial. Wajar, karena yang biasanya mereka hidup dan membiayai diri sendiri, kini harus berbagi dengan sang belahan jiwa sehidup semati . Apalagi sangat tidak mudah hidup mengarungi lautan kehidupan bersama suami dan anak-anak ditengah deburan ombak kapitalis nan hedonis.
Begitulah, intinya, persoalan dapat membesar ketika terjadi pengelolaan yang tidak benar terhadap pendapatan suami. Jadi persoalan sesungguhnya itu adalah ada atau tidak adanya kemampuan menyusun prioritas belanja. Bukan besar kecilnya gaji suami. Toh, gaji suami itu rezeki dari Allah bukan? Istri harus ridha dengan rezeki dari Allah. Sehingga landasan berbelanja mesti karena iman. Lho, koq belanja bawa bawa si iman? lha, harus itu. Karena iman yang benar mendatangkan setiap konsekuensi dalam tiap perbuatan. Inilah yang menjadikan setiap pilihan dan perbuatan menjadi jelas. Tidak samar. Tidak nisbi. Tidak membingungkan. Tidak membebek dengan selera tetangga yang hobi berbelanja. Tidak menjadi budak iklan. Karena ada fiqh aulawiyat atau skala prioritas bermain disana. Wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Maka jika pilihan jatuh untuk membeli ini dan itu, kembalilah kepada hukum yang lima ini. Kaji, temukan dalilnya, lalu tentukan pilihan. Karena inilah salah satu bentuk ketundukan kepada Allah. Bayangkan, apabila dengan harta yang telah Allah berikan kepada kita ternyata seluruhnya habis untuk hal yang mubah saja, sementara kewajiban tidak terfasilitasi. Tentu kerugian bagi si pemilik harta. Karena kelak akan bertanggungjawab kepadaNya, mengapa kewajiban tak dijalankan padahal ia masih dalam kesanggupan.
Wallahualam bi’ shawwab…
sumber :

Bercinta itu Menyehatkan Jiwa dan Raga


Menurut beberapa ahli, melakukan hubungan seksual secara teratur memiliki pengaruh yang luar biasa untuk kesehatan, bercinta itu seperti olahraga. Makanya, banyak manfaat yang dapat kita ambil ketika kita bercinta bahkan juga membawa pengaruh yang baik bagi jiwa maupun raga.
Bercinta itu bikin sehat, karena:
1. Memperlancar sirkulasi pernapasan
Bercinta di malam hari dapat meningkatkan jumlah oksigen di dalam sel, membantu menjaga fungsi organ sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan secara lancar.

2. Merupakan bentuk latihan fisik

Dengan bercinta tiga kali dalam seminggu mampu membakar 7.500 kalori dalam setahun, atau setara dengan jogging berjarak 75 Mil.

3. Menguatkan Tulang dan Otot

Segala latihan fisik akan membantu meningkatkan testoteron. Testoteron dipercaya dapat membantu menjaga tulang dan otot kaum pria agar tetap kuat.
4. Mengurangi rasa sakit
Seks dapat mengurangi tingkat sakit encok, tegang di leher, dan sakit kepala. Hormon yang dilepaskan saat mencapai kepuasan seksual dan orgasme dapat memindahkan rasa sakit.

5. Mengurangi kadar kolesterol

Bercinta secara teratur dapat membantu mengurangi atau merendahkan kadar kolesterol buruk dalam tubuh.
6. Tek perlu mengonsumsi suplemen
Ketika Anda bercinta, DHEA (dehydroepiandrosterone), suplemen hormon populer, dilepaskan tubuh secara alami. Sebelum mengalami orgasme dan ejakulasi, DHEA terpancang pada level 3-5 lebih tinggi dari biasanya.
7. Melindungi kelenjar prostate
Penelitian menunjukkan masalah prostat terjadi dan bertambah buruk karena adanya cairan yang diproduksi dalam kelenjar. Ejakulasi secara teratur akan membantu membersihkan cairan tersebut.
8. Membebaskan stress
Bercinta juga sangat efektif untuk mengurangi tingkat stres. Bahkan dengan melakukan hubungan intim Anda bisa mendapatkan rekreasi murah meriah dan menjadi cara luar biasa untuk melepaskan ketegangan, fisik dan emosional, membentuk kedekatan, dan melepaskan endorphins (hormon yang mampu mengurangi rasa sakit dan gangguan emosional).
9. Menguatkan rasa cinta
Sentuhan kasih sayang yang intim mampu meningkatkan keluarnya zat kimia tubuh, oxytocin atau hormon kedekatan. Oxytocin adalah zat yang mengembangkan hasrat seksual yang dikeluarkan di bawah kelenjar otak. pelepasan oxytocin secara teratur dapat membantu memperbesar frekuensi bercinta.
10. Hormon alami
Bercinta secara teratur dapat meningkatkan kelenjar estrogen, melindungi jantung, dan menjaga bagian dalam vagina agar tetap fleksibel.
11. Menjadikan awet muda
Orang yang melakukan hubungan seksual tiga kali seminggu terlihat empat sampai tujuh tahun lebih muda. Hal ini karena seks merupakan bentuk olahraga aerobik yang memberikan peremajaan kulit. Hubungan seks dilakukan dengan penuh semangat berarti akan banyak oksigen yang terpompa di sekitar tubuh yang dibawah darah dan nutrisi pada permukaan kulit Anda.
12. Meningkatkan mood
Ketika seorang wanita mencapai orgasme, mereka mengeluarkan suatu hormon seks yang disebut oxytocin yang diproduksi oleh bagian dasar otak yang dapat membangkitkan perasaan emosional seperti kehangatan dan saling asuh yang membantu meningkatkan pertalian di antasa dua orang.
13. Membantu mencegah penyakit jantung
Seks memiliki keuntungan khusus bagi pria, terutama jika mereka berumur 40 tahun lebih. Karena seks dapat membantu meningkatkan testoteron yang dapat melindungi jantungnya.

14. Menurunkan risiko kanker payudara

Bercinta sekali sebulan, kata seksolog, bagus dilakukan. Tubuh akan memproduksi progesterone yang sering diikuti dengan menurunnya risiko kanker payudara. Jadi rutin bercinta akan manjauhkan Anda dari risiko kanker. Namun akan lebih baik jika frekuensi hubungan suami istri ditingkatkan.
Satu hal yang perlu kita ingat bahwa harus menganggap bercinta sebagai sarana rekreasi atau hiburan, jangan sampai melakukan hubungan intim dengan terpaksa, apalagi jika kita berhubungan dengan pasangan kita yang belum resmi, itu bisa berbahaya!

Sumber :

Minggu, 16 Oktober 2011

Ingin Melahirkan Generasi Yang Cerdas ?, Ayo Saling Memudahkan…


Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi Wasallam bersabda : “Seorang laki-laki sebelum kalian dihisap dan tidak didapatkan padanya kebaikan sedikitpun, melainkan ketika dia bersosialisasi dengan sesama manusia ia suka memudahkan setiap urusan, ia menyuruh pelayannya untuk menangguhkan bagi orang yang kesusahan.  Beliau melanjutkan : “Lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman : ‘Kami lebih berhak atas hal itu daripada dia, oleh karena itu berilah kemudahan kepadanya.’” (HR. Muslim, no 2921). Bukti empiris kebenaran hadits ini bahkan bisa kita saksikan di dunia saat ini, salah satunya ya yang terkait dengan tulisan saya kemarin tentang kecerdasan rata-rata dari penduduk berbagai negara di dunia.

Ketika hasil riset tentang kecerdasan rata-rata dalam tulisan tersebut diatas saya sandingkan dengan datanya the World Bank tentang kemudahan berusaha di setiap Negara, maka hasilnya akan nampak dalam table dibawah. Data the World Bank ini diperbarui setiap tahun, dikumpulkan dari 183 negara dengan mengukur 11 indikator mulai dari kemudahan memulai usaha baru di masing-masing negara, urusan pajak, urusan perijinan, law enforcement dlsb.

Publikasi yang terakhir untuk tahun 2011 ini misalnya menaruh Indonesia secara umum pada rangking ke 121 dari 183 negara dalam hal kemudahan berusaha.  Ini hasil keseluruahn dari beberapa indikator seperti kemudahan memulai usaha (155), perlindungan investor (44), urusan perpajakan (130), urusan pembiayaan (116), law enforcement (154) dst.

Kecerdasan dan Kemudahan UsahaKecerdasan dan Kemudahan Usaha

Tabel diatas menyandingkan posisi Indonesia ini dengan sejumlah Negara tetangga dan juga China sebagai kekuatan ekonomi raksasa di kawasan ini. Pasti bukan karena kebetulan bila dari 8 negara yang saya perbandingkan tersebut, 6 negara yang memiliki kecerdasan rata-rata lebih tinggi dari kita –mereka semua lebih mudah dalam urusan usahanya dibandingkan dengan kita. Sebaliknya hanya ada satu negara yang lebih sulit dalam urusan business-nya ketimbang kita, ternyata negara ini (Phillipine) juga memiliki penduduk yang rata-rata kurang kecerdasannya dibandingkan dengan kita.

Sepintas ini seperti situasi antara ayam dan telur , mana yang lebih dahulu. Manusianya cerdas kemudian karena kecerdasannya mereka bisa saling memudahkan, atau karena saling memudahkan membuat kecerdasan manusia meningkat. Dalam kontek kecerdasan yang diukur dengan IQ yang berhubungan langsung dengan tingkat kemakmuran seperti dalam tulisan saya kemarin, penjabarannya bisa sebagai berikut :

Bila penduduk negeri cerdas, maka urusan usaha sesama mereka bisa saling memudahkan sehingga usaha bisa lebih mudah berkembang, pendapatan lebih mudah naik, konsumsi makanan yang bergizi (daging) menjadi lebih mudah dijangkau sehingga kecerdasan penduduknya akan terus meningkat. Kondisi pertama ini seperti spiral yang bergerak membuka, makin lama makin membesar – kecerdasan penduduk negeri makin lama makin meningkat.

Sebaliknya bila penduduk suatu negeri tidak cerdas, maka urusan sesama mereka saling mempersulit. Usaha menjadi sulit berkembang, pendapatan juga sulit meningkat, makanan bergizi sulit dijangkau sehingga kecerdasan juga sulit meningkat. Kondisi kedua ini seperti spiral yang bergerak menutup, makin lama makin kecil – kecerdasan penduduk negeri makin lama makin menurun.

Kita yang jelas bukan berada di kondisi yang pertama, bahkan kita kawatir berada di kondisi yang kedua karena hasil riset yang dipublikasikan oleh EU Times dua tahun lalu menunjukkan bahwa rata-rata kecerdasan penduduk negeri ini berada pada angka 89 tahun 2002, menurun menjadi  di angka 87 pada tahun 2006 (tahun terakhir survey mereka). Namun fakta-fakta demikian tidak harus membuat kita kecut, sebaliknya kita bisa gunakan fakta-fakta demikian untuk menunjukkan arah kemana negeri ini harus berlayar. Bagaimana konkritnya ?.

Sampai sepuluh abad lalu, manusia hanya mengandalkan posisi dari milyaran bintang di langit untuk menentukan arah perjalanannya. Di antaranya adalah dengan mengetahui konstelasi bintang-bintang di cakrawala selatan, orang dahulu sudah bisa menentukan kemana arah utara bila mereka hendak berlayar/berjalan ke utara.

Milyaran bintang-bintang di era teknologi ini tidak harus secara harfiah berarti bintang, tetapi bisa dari milyaran atau bahkan lebih informasi yang bertebaran di belantara dunia maya. Sama dengan melihat bintang-bintang di langit, kebanyakan orang hanya akan melihat keindahannya tetapi tidak bisa menangkap maknanya untuk mengetahui arah misalnya.

Demikian pula kebanyakan orang dapat mengakses informasi apa saja di dunia maya, tetapi tidak banyak pula yang bisa mengambil manfaatnya dari informasi tersebut. Maka melalui media ini saya ingin mengajak bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas, mampu melihat bintang dan mampu mengetahui arah – mampu menangkap informasi dan mampu pula menentukan kebijakan ekonomi yang memakmurkan generasi kedepan.

Konstelasi ‘bintang-bintang selatan’ ini kini berupa data tentang kecerdasan rata-rata, data tentang GDP per kapita, data tentang konsumsi daging per kapita, data tentang kemudahan usaha dlsb.dlsb. Dengan konstelasi ‘bintang-bintang selatan’ ini kita kini tahu ‘arah utara’ kemana kita hendak menuju.

Bila kita ingin bangsa ini semakin hari semakin cerdas, salah satunya kita bisa mulai dari saling memudahkan urusan diantara kita.  ‘Perjalanan ke utara’ bisa jadi panjang, tetapi bila arah kita sudah benar – maka insyaAllah kita akan sampai kesana. InsyaAllah..

Mengapa Anak berbohong?


Anak berbohong? Wah, mungkin bagian dari masa pertumbuhannya? Masa sih?? Akan tetapi kita tetap harus waspada. Kejujuran merupakan harta tak ternilai, dan harus mulai ditanamkan sejak kanak-kanak. Namun dalam keseharian, kita kadang mendapati kebohongan yang dilakukan buah hati kita. Terutama setelah mereka mempunyai teman, mempunyai komunitas, yang sangat mungkin nilai kejujuran bagi teman-temannya tidak mereka dapatkan di rumah masing-masing sehingga berbohong bukanlah barang haram. Padahal, berbohong bagi anak-anak (terutama kepada orangtua) sangat berbahaya. Orangtua akan sulit mengarahkan anak jika anak biasa berbohong kepada orangtua.

Kemampuan tingkat tinggi.
Pendapat sebagian orang, sikap berbohong pada seorang anak bisa disebut sebagai kemampuan tingkat tinggi. Bayangkan anak berimajinasi, yang terkadang membuat kita terheran-heran atas imajinasinya itu bukan? Terdapat 2 kemampuan kognitif yang melibatkan otak kanan (imajinasi) dan otak kiri (logika). Saat berbohong, seorang anak dapat menggunakan atau menggabungkan kedua-duanya. Jika yang keluar adalah berbohong tingkat tinggi, berarti dia sedang menggunakan otak kanannya. Namun, bagi saya, anak berbohong adalah kemubadziran kemampuan. Seharusnya kemampuan ini bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Jika kita membiasakan dan mencontohkan agar anak tidak berbohong, maka berbohong akan membuat anak tidak nyaman.

Bagian dari pertumbuhan.
Pendapat orang, kebohongan anak juga berkorelasi dengan tingkat pertumbuhannya. Namun menurut saya, berbohong berkolerasi dengan makin luasnya pengaruh yang sampai kepada anak. Anak tidak lagi hanya mendapat pengaruh dari keluarga tetapi juga dari lingkungan sekitar yang makin luas. Hati-hati, sekali anak berbohong kita harus tahu dan segera meluruskan bahwa berbohong (terutama pada orangtua) sangat berbahaya. Jika tidak segera diluruskan, semakin anak berbohong, semakin pandai dia melakukannya dengan tidak terlalu merasa bersalah. Jangan sampai anak anda merasa nyaman saat berbohong (kepada orangtua)

Orang tua mesti ekstra hati-hati. Ajak anak bicara dari hati ke hati, sediakan waktu lebih banyak untuk menjalin komunikasi dengan anak. Tanamkan pula bahwa Anda sangat mempercayainya, dan sebaiknya kepercayaan ini dapat dipegang oleh anak.

Memberi pengertian kepada anak tentang berbohong, yang baik adalah dengan mengajak mereka melihat sesuatu masalah dari sisi orang lain. Katakan kepada mereka bahwa tindakan bohong tidak dapat diterima apalagi jika dilakukan untuk menyembunyikan suatu kesalahan.

Perlukah menghukum?
Menghukum boleh-boleh saja, tetapi tentu saja harus disesuaikan dengan usia anak. Misalnya pada anak usia sekolah, jika tingkat kebohongannya jelas, hukumlah dia , misalnya dengan tidak boleh menonton televisi. Tetapi ingat, jangan sampai hukuman tersebut justru semakin menekan anak sehingga membuatnya “terpaksa” berbohong demi menutupi kekurangannya. Misalnya saja saat ia tidak mengerjakan pe-er karena terlalu lelah bermain bola, hindari memarahinya. Lebih baik Anda dan anak mencari jalan keluar memecahkan masalah tersebut. Bagaimanapun Anda juga mesti menghargai kejujuran anak.

Memang tiada manusia yang sempurna, dan ini perlu juga diketahui oleh seorang anak. Namun, selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah, dan akan semakin mudah bila itu dilakukan secara bersama-sama, bahu membahu.

“Untuk urusan berbohong, pada prinsipnya, baik untuk anak pra-sekolah, anak usia sekolah atau bahkan remaja sekalipun, penanganannya sama, yakni mengajaknya diskusi. Karena mereka sesungguhnya sedang belajar menapaki hidup. Jangan dimusuhi, melainkan harus terus dibimbing, dirangkul. Jika salah langkah, maka akan muncul apa yang disebut anak nakal, karena orang tua salah menempatkan mereka,” papar Dr. Seto Mulyadi.

Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengajak si kecil memahami arti kejujuran. Coba ingat-ingat kembali, tanpa sengaja kita sebagai orang tua seringkali menanamkan pelajaran yang salah. Misalnya saja saat Anda sedang malas menerima telepon, dan meminta si kecil mengangkatnya dan mengatakan “Mama sedang tidak di rumah.” Kelihatannya sepele memang, namun saat itulah pelajaran berbohong sedang dimulai.

Tips menghadapi anak berbohong
* Tempatkan anak di posisi yang terhormat.
* Jadilah pendengar yang baik, untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak Anda
* Terapkan metode ”Win win solution”, pemecahan masalah melalui cara yang baik bagi semua
* Kalau Anda tahu bahwa anak sedang berbohong, coba peluklah dia. “Mama tidak marah, tetapi sangaaat sedih kalau anaknya berbohong. Karena Allah juga tidak suka dengan anak yang membohongi mamanya.”
* Jadikan bohong sebagai pembelajaran anak. Anak boleh salah, tetapi jadikan kesalahannnya itu sebagai pelajaran berharga.
Sumber :